Pemandangan Desa Kedungdowo
Selamat Datang di

Desa Kedungdowo

Harmonis · Mandiri · Berkelanjutan

Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah — Desa dengan potensi unggulan di bidang pertanian dan peternakan, serta semangat pemberdayaan UMKM lokal.

expand_more
Selayang Pandang

Mengenal Lebih Dekat Desa Kedungdowo

Terletak di Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Desa Kedungdowo merupakan wilayah yang berkembang pesat dengan perpaduan harmoni alam pedesaan dan sumber daya manusia yang produktif.

Perekonomian desa kami ditopang oleh sektor pertanian, peternakan rakyat, serta geliat kewirausahaan UMKM yang digerakkan secara aktif oleh masyarakat. Bersama-sama, seluruh elemen warga di Desa Kedungdowo terus berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

Video Profil Desa Kedungdowo
play_arrow

Tonton Video Profil Desa Kedungdowo

Dokumentasi KKN UNDIP TIM II 2026

5:00
Kabar Desa

Berita & Kegiatan Terbaru

Lihat Semua Beritaarrow_forward
Hari Pertama Penerjunan KKN, Kordes Dion Langsung Tumbang Kena DB Usai Santap Mie Ayam, Satu Desa Heboh
Berita

Hari Pertama Penerjunan KKN, Kordes Dion Langsung Tumbang Kena DB Usai Santap Mie Ayam, Satu Desa Heboh

BOYOLALI — Agenda Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kedungdowo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali tahun ini diawali dengan sebuah rekor yang tak terduga. Belum sempat menjalankan satu pun program kerja, sang Koordinator Desa (Kordes), Dion, resmi menjadi pasien rawat inap di RS Waras Wiris. Ironisnya, insiden ini terjadi tepat pada hari pertama KKN dimulai. Kabar dirawatnya sang Kordes sontak menyebar dengan cepat dan membuat heboh warga satu desa. Pasalnya, rombongan mahasiswa KKN baru saja tiba, namun pimpinannya sudah harus dilarikan ke rumah sakit. Berdasarkan penelusuran tim di lapangan, Dion sebenarnya sudah mengalami demam dan gejala tidak enak badan beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan KKN. Namun, dengan semangat pengabdian (atau mungkin sekadar menolak kenyataan), ia memilih untuk tetap berangkat menuju Desa Kedungdowo. Tiba di lokasi pada hari pertama, Dion dilaporkan sama sekali tidak terlihat seperti orang sakit parah. Ia beraktivitas seperti biasa bersama anggota posko lainnya. Bahkan, sebelum pergi ke rumah sakit, ia masih sanggup menghabiskan satu porsi penuh mie ayam. "Dia itu nggak ngerasa sakit yang gimana-gimana. Pas hari pertama sampai sini ya biasa aja, makannya juga masih lahap habis semangkok mie ayam," jelas salah satu rekan sekelompoknya. "Niat awalnya cuma mau periksa biasa ke RS Waras Wiris karena badannya agak sumeng, eh begitu cek darah dokter bilang kena Demam Berdarah (DB) dan trombositnya turun. Langsung disuruh rawat inap detik itu juga." Transisi kilat dari menyantap mie ayam menjadi pasien rawat inap ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Desa Kedungdowo. Berita tentang "Kordes KKN yang baru datang langsung masuk rumah sakit" menyebar dari mulut ke mulut, mulai dari balai desa hingga ke ibu-ibu yang sedang berbelanja di warung sayur. Banyak warga yang terkejut sekaligus bersimpati mengetahui sang ketua rombongan harus absen di hari pembukaan. "Warga sini pada kaget dan nanya-nanya, 'Loh, Mas Kordesnya baru datang kok sudah masuk RS?'. Satu desa jadi tahu semua," tambah rekan Dion. Kini, sementara teman-temannya mulai beradaptasi dengan lingkungan Posko Kedungdowo, Dion harus fokus memulihkan diri di RS Waras Wiris. Peristiwa ini menjadi catatan unik bagi kelompok KKN tersebut, sekaligus pengingat bahwa penyakit DB tidak pandang bulu, bahkan bagi seorang Kordes yang baru saja menghabiskan semangkuk mie ayam di hari pertama masa jabatannya.